koreanstuff.my.id

Kiprah BRI Sebagai Perusahaan ESG Initiative di Indonesia

Posting Komentar
Konten [Tampil]

Kiprah BRI Sebagai Perusahaan ESG Initiative di Indonesia

Siapa sih yang tidak mengenal BRI? Bank yang merupakan bagian dari BUMN ini adalah salah satu bank terbesar di Indonesia, dan menjadi bank ‘populer’ di kalangan masyarakat. Kepopulerannya didukung oleh berbagai inovasi yang dilakukan oleh BRI. 

Sebagai perusahaan keuangan raksasa, BRI rutin melakukan CSR atau Corporate Social Responsibility yang merupakan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap berbagai aspek baik di dalam perusahaan maupun luar perusahaan. Seperti konsumen, pegawai, pemegang saham, lingkungan dan komunitas. Salah satu contoh dari CSR adalah dengan rutin memberikan santunan kepada masyarakat di sekitar perusahaan.

Apa Itu ESG?

Selain melakukan CSR, bank yang memiliki kepanjangan Bank Rakyat Indonesia ini juga melakukan tanggung jawab lain sebagai bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Yaitu dengan menjadi salah satu perusahaan inisiatif ESG di Indonesia. Apa sih yang dimaksud dengan ESG?

ESG atau singkatan dari environmental, social, and governance merupakan konsep yang lebih mengedepankan pembangunan, investasi maupun bisnis berkelanjutan yang sesuai dengan tiga kriteria yakni lingkungan, sosial dan tata kelola.

Kiprah BRI Sebagai Perusahaan ESG Initiative di Indonesia

Jika CSR hanya berfokus pada peningkatan bisnis, khususnya di mata masyarakat sekitar tempat perusahaan berada, fokus ESG lebih luas dari hal tersebut. ESG dapat membantu perusahaan menjawab tantangan yang ada dan/atau yang akan datang, menanggapi perubahan iklim serta sosial lain, dan menaikkan skor kepercayaan di mata investor.

Perusahaan berbasis ESG dinilai lebih memiliki ketahanan jika kelak mengalami masa krisis dan dianggap dapat menciptakan value dalam jangka panjang. ESG menjadi salah satu pertimbangan yang telah diakui secara global dalam membuat keputusan investasi. Selain itu, ESG juga telah menjadi fokus dari agenda strategis dan operasional berbagai perusahaan.

Apa Saja Manfaat ESG?

Dilansir dari esg.idx.co.id, ESG memiliki manfaat untuk investor dan perusahaan yang menerapkan ESG itu sendiri. Apa saja manfaatnya?

Bagi Investor

1. Memiliki Tingkat Resiliency Bisnis yang Tinggi

Pandemi COVID-19 menyisakan banyak duka dan penurunan ekonomi yang sangat drastis. Namun, diawal pandemi dana investasi gobal yang berbasis ESG mengalahkan kinerja indeks umum.

Berbagai investasi berbasis ESG ini mampu mengatasi guncangan krisis pandemi. Hal ini dikarenakan investasi berbasis ESG didukung oleh sistem tata kelola yang kuat. Juga penyertaan risiko lingkungan dan sosial yang sudah dipertimbangkan dengan matang.

Artinya apa? Hal ini menunjukkan bahwa investasi yang berbasis ESG bersifat resilient atau memiliki ketahanan tinggi di masa krisis. Selain itu, investasi-investasi ini juga memiliki value yang panjang.

2. Menghasilkan Return yang Lebih Kompetitif

Return atau imbal hasil dari investasi berbasis ESG akan lebih menghasilkan dan lebih kompetitif untuk para investor. Prinsip ESG yang diaplikasikan secara strategis dan operasional akan menghasilkan pengurangan biaya, pengalihan alokasi modal untuk investasi yang berkelanjutan dan peningkatan efisiensi sehingga perusahaan akan mengalami peningkatan kinerja yang berdampak pada meningkatnya return bagi investor. 

3. Mudah Diintegrasikan dalam Portofolio

Tidak hanya blogger saja lho yang punya portofolio, investor juga punya!. Jika portofolio blogger berisi berbagai tulisan yang ‘spesial’, portofolio investor berbeda. Dilansir dari glints.com, portofolio investasi adalah aset dalam bentuk saham, obligasi, reksadana, ekuitas, komoditas, deposito atau uang tunai yang dimiliki oleh perorangan atau institusi.

Nah, manfaat ketiga dari ESG untuk investor adalah investasi berbasis ESG mudah diintegrasikan ke dalam portofolio untuk mendapatkan manfaat diversifikasi. Investor akan lebih banyak memiliki tools yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan investasi ESG. 

Bagi Perusahaan

1. Menjaga Reputasi

Dengan menyertakan ESG di dalam proses operasionalnya, perusahaan terkait dapat menjaga reputasi dengan menunjukkan komitmen yang kuat di tengah merebaknya isu-isu lingkungan dan sosial. Praktik ESG dapat didukung dengan transparansi informasi ESG secara berkala dengan menggunakan standar yang diakui secara umum. Transparansi informasi ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan berbagai pihak lain yang berkepentingan. 

2. Mengelola Risiko dan Mengambil Peluang Jangka Panjang

Semakin merebaknya isu-isu ESG dan dampaknya yang langsung terasa, perusahaan dapat melindungi diri lebih baik dari sebelumnya. Perlindungan diri tersebut dapat dilakukan dengan mengimplementasikan sistem manajemen risiko yang dapat mengidentifikasi, mengukur dan merespon risiko ESG secara memadai. 

Selain dapat melindungi perusahaan, ESG juga dinilai dapat menyajikan berbagai peluang bisnis yang dapat diambil oleh perusahaan. Pengimplementasian ESG dengan kuat akan memberikan dampak kepada perusahaan. Diantaranya adalah meningkatkan efisiensi, meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya dan mendorong adanya Inovasi baru, seperti terdorongnya perusahaan untuk ekspansi ke sektor dengan pertumbuhan yang lebih tinggi. 

3. Menyelaraskan Kondisi dengan Demand (Permintaan) Investor

Seperti yang sudah disebutkan diatas, menerapkan ESG dalam perusahaan akan memperkuat perusahaan dalam menghadapi masa krisis seperti yang terjadi pada saat pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu yang datangnya tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Sejak saat itu, banyak investor banyak yang mulai sadar dan beralih ke investasi yang berdampak baik dalam jangka waktu yang panjang. Baik berdampak pada finansial, lingkungan, maupun sosial. Dengan menerapkan ESG dalam sistem operasionalnya, perusahaan dapat menarik lebih banyak investor, terutama para investor yang berfokus pada ESG.

4. Mempersiapkan Diri untuk Perubahan Peraturan dan Regulasi

OJK sebagai lembaga pengawas keuangan di Indonesia telah menerbitkan Peraturan OJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, serta Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II (2021-2025).

Peraturan ini diterbitkan untuk mendukung keuangan berkelanjutan yang sudah mulai diterbitkan oleh berbagai regulator. Pada umumnya, penerbitan regulasi dimulai dengan wajib lapor bagi perusahaan-perusahaan. Selain peraturan dari OJK tersebut, kedepannya akan diterbitkan berbagai peraturan ESG lain yang dapat mendukung perkembangan Pasar Modal Indonesia menuju keuangan berkelanjutan.

Dengan penerapan ESG, diharapkan perusahaan siap menghadapi berbagai perubahan lanskap regulasi. Atau bahkan perusahaan-perusahaan ini akan lebih unggul dari kompetitor dalam menghadapi perubahan regulasi tersebut.

Bagaimana Perjalanan BRI Sebagai ESG Initiative di Indonesia?

BRI sebagai salah satu perusahaan yang masuk ke dalam ESG Star Listed Companies BEI memiliki perjalanan yang cukup panjang. Bahkan jauh sebelum OJK menerbitkan peraturan tentang Laporan Berkelanjutan pada tahun 2017 lalu. BRI telah memulai perjalanan ini sejak tahun 2013.

Pengimplementasian ESG dimulai dengan penyusunan Laporan Berkelanjutan yang konsisten. Hingga pada tahun 2015, bank yang memiliki logo warna biru ini menjadi salah satu bank di Indonesia yang tergabung dalam inisiasi yang digagas oleh OJK yakni First Mover on Sustainable Banking. Bahkan BRI ditunjuk menjadi ketua Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia sejak tahun 2018 hingga saat ini.

Untuk menguatkan komitmen pada Keuangan Berkelanjutan, tahun 2018 lalu BRI menerbitkan ketentuan Kebijakan Keberlanjutan dengan mengintegrasikan ESG ke dalam empat aspek berikut ini.

1. Aset

  • Komposisi kredit pada bisnis berkelanjutan mencapai Rp 641,2 triliun (65,1 % dari total kredit) pada tahun 2021.
  • Menerapkan prinsip berkelanjutan pada kredit sektor kelapa sawit dengan mewajibkan debitur kelapa sawit BRI memiliki sertifikasi ISPO dan/atau RSPO.
  • PNM, salah satu anak perusahaan BRI menunjukkan kontribusi kuat dalam pencapaian SDGs.

2. Liabilitas

  • Sebagai bank pertama yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan dalam format RegS di Asia Tenggara.
  • Pada tahun 2020 mengembangkan produk Tabungan Digital sebagai upaya pengurangan emisi karbon dan penggunaan kertas.

3. Operasional

  • Melakukan digitalisasi proses dan digitalisasi produk untuk kegiatan operasional yang lebih ramah lingkungan.
  • Penerbitan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) di tahun 2019 sebagai komitmen keuangan berkelanjutan dalam jangka panjang.
  • Mengukur emisi gas rumah kaca (GRK) dari kegiatan operasional perusahaan di tahun 2021 dengan hasil emisi GRK berkurang 19% dari emisi GRK tahun 2019.

4. Sumber Daya Manusia

  • Berkomitmen menjaga keberagaman dan kesetaraan kesempatan kerja untuk karyawan.
  • Pada tahun 2021 lalu tercatat Employee Engagement Index di BRI sebesar 3,46 dari skala 4,0.

Implementasi ESG yang Dilakukan Oleh BRI

1. Pembiayaan UMKM

UMKM menjadi salah satu sektor yang disasar BRI sebagai wadah penerapan ESG. Pada tahun 2022 lalu, total portofolio kredit BRI yang telah menerapkan prinsip ESG adalah sebanyak 65,5% atau sekitar 617,8 triliun rupiah. Di tahun 2023 ini, porsi portofolio tersebut meningkat menjadi 67,2% atau sekitar 732,3 triliun rupiah.

Perusahaan akan terus meningkatkan porsi tersebut hingga mencapai target. Dimana target yang dibidik adalah mencapai 85% pada tahun 2025. Sasaran utama pembiayaan berprinsip ESG ini adalah sektor UMKM. Selain itu, BRI juga melakukan berbagai program pemberdayaan diantaranya adalah Program Klasterku Hidupku, Desa Brilian dan Rumah BUMN. Tujuan dari pemberdayaan ini adalah untuk mendorong para pelaku UMKM naik kelas. Sudah cocok disebut pahlawan UMKM belum? 

2. Konsep Green and Smart Building

Kiprah BRI Sebagai Perusahaan ESG Initiative di Indonesia
Sumber: https://finansial.bisnis.com

Implementasi ESG yang dilakukan oleh BRI pada bidang lingkungan yaitu dengan membangun bangunan yang berkonsep green and smart building. Dengan penggunaan konsep ini, BRI berkontribusi dalam mewujudkan sumber daya ramah lingkungan dalam pengoperasiannya.

Salah satu bangunan yang menggunakan konsep ini adalah Menara BRILiaN yang diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2022 lalu. Bangunan yang berlokasi Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan ini berhasil menghemat listrik sebesar 19,49%. Berkat pencapaian ini, Menara BRILiaN berhasil meraih greenship certificate building version 1.1 kategori gold dari Green Building Council Indonesia.

Tidak hanya Menara BRILiaN, BRI juga memiliki gedung dengan konsep yang sama di Medan, yakni Menara BRI. Gedung ini telah menghasilkan intensitas konsumsi energi sebesar 180 kwh/m2/tahun, lebih hemat 67,17 kwh/m2/tahun dari standar acuan. Bangunan yang berada di provinsi Sumatera Utara ini diprediksi hanya menghabiskan air sebanyak 15,83 liter/hari, lebih hemat 34,17 liter/hari dari standar acuan. Rencananya, konsep green and smart building akan kembali diterapkan pada pembangunan kantor cabang di kawasan S. Parman, DKI Jakarta yang direncanakan akan memulai tahap konstruksi pada bulan ini.

3. Dukungan Terhadap Proyek Berwawasan Lingkungan

Selain menerapkan konsep green and smart building, penerapan ESG yang dilakukan oleh BRI adalah dengan mendukung proyek berwawasan lingkungan. Dilansir dari website resminya, BRI telah menyalurkan pembiayaan untuk Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL). Hingga akhir Juni 2023, BRI telah menyalurkan kredit dengan nilai 79,4 triliun rupiah.

Dari nilai diatas, sebanyak 5,7 triliun rupiah disalurkan ke proyek renewable energy dan 12 triliun rupiah untuk sektor green transportation. Penyaluran pembiayaan ini juga didukung oleh strategi pendanaan BRI melalui penerbitan bond bertemakan ESG, seperti sustainability bond dan green bond.

4. BRI Menanam

Kiprah BRI Sebagai Perusahaan ESG Initiative di Indonesia
Sumber: https://victorynews.com

Penerapan ESG di bidang lingkungan lainnya yang dilakukan oleh BRI adalah adanya inovasi BRI Menanam. Dengan inovasi ini, diestimasikan sebanyak 108.065 ton CO² akan terserap pada tahun kelima sejak peluncuran program ini pada Agustus 2022 lalu. Jumlah bibit pohon yang disalurkan melalui program ini sebanyak 1,75 juta bibit pohon.

Bibit-bibit tersebut disalurkan kepada nasabah pinjaman, terutama kepada nasabah KUR hingga tahun 2023. Program ini dijalankan melalui 799 unit BRI, 236 Branch Office dan 17 Regional Office BRI di berbagai wilayah di Indonesia. Tanaman yang disalurkan adalah tanaman produktif yang diharapkan selain dapat menyerap karbon juga dapat memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat.

5. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Gagasan selanjutnya dari BRI adalah dengan memberikan kredit ringan bagi rumah tangga yang akan memasang solar cell. BRI terus mendorong masyarakat agar beralih menggunakan kompor listrik dan motor listrik dari solar cell yang dipasang tersebut. Selain dapat berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan, penggunaan solar cell, kompor listrik serta motor listrik akan menekan pengeluaran rumah tangga.

6. Efisiensi Sumber Daya dengan Digitalisasi BRI

Siapa yang tidak kenal dengan aplikasi BRImo? Aplikasi ini adalah salah satu digitalisasi yang dilakukan oleh BRI dalam pengaplikasian ESG. Gerakan digitalisasi ini menghasilkan efisiensi terhadap sumber daya juga pengurangan penggunaan kertas. Tidak hanya BRImo, inovasi digitalisasi lain dari BRI adalah adanya BRISPOT yang dapat digunakan untuk proses pengajuan kredit.

7. Pengadaan Branchless Banking

Branchless banking merupakan layanan perbankan tanpa adanya jaringan kantor bank. layanan ini diterapkan dengan memanfaatkan koneksi internet. Dengan adanya layanan ini, nasabah tidak perlu mendatangi kantor bank untuk melakukan transaksi. Nasabah cukup pergi ke agen terdekat.

BRI memiliki branchless banking yang bernama Agen BRILink. Pastinya kalian sudah tidak asing dong dengan agen ini. Dilansir dari kompas.com, hingga pada kuartal ketiga tahun 2023, jumlah BRILink yang ada di seluruh Indonesia telah mencapai 698.717 agen. Dengan total fee-based income per bulan September 2023 mencapai 1,1 triliun rupiah. Jumlah ini meningkat 5,38 persen.

Apa Saja Pencapaian yang Telah Diraih? 

Dari berbagai penerapan ESG yang telah dilakukan oleh BRI menjadikan perusahaan ini mendapatkan beberapa penghargaan. Baik di tingkat nasional maupun internasional. Berikut ini adalah beberapa penghargaan yang telah diraih oleh BRI. Check it out!

  1. Penerima penghargaan “Integrated CSR Strategy for BRILian Tourism Village Development” dari IDX Channel pada tahun 2021.
  2. Penerima predikat tertinggi atau “platinum” dari Asia Sustainability Reporting Rating/ASRRAT pada tahun 2021.
  3. Berkat program digitalisasi BRI, bank ini memperoleh “The Best Bank in Digital Services” dari Majalah Tempo pada tahun 2021.
  4. Peraih “Top Leader on CSR Commitment” dari TOP CSR pada tahun 2021.
  5. Peraih “Most Trusted Company” dari Corporate Governance Perception Index (CGPI) dengan peningkatan skor dari 93,25 pada tahun 2019 menjadi 95,10 pada tahun 2021.
  6. Memperoleh nilai 110,2 pada ASEAN Corporate Governance Scorecard dari ASEAN Capital Market Forum pada tahun 2021.
  7. Mendapatkan peringkat persentil ke-72 dari Corporate Sustainability Assessment Scorecard, Dow Jones Sustainability Index, dengan skor 46 pada tahun 2021 menjadi 52 pada tahun 2021. 
  8. Berhasil mencapai tingkat "Low Risk" dengan nilai 18.8 berdasarkan penilaian dari Sustainalytics. Dimana semakin rendah nilai ESG risk maka semakin baik perusahaan tersebut.

Kiprah BRI Sebagai Perusahaan ESG Initiative di Indonesia
Tangkapan layar dari https://sustainalytics.com

Wah, banyak ya prestasi yang telah diraih oleh BRI, bahkan prestasi-prestasi di atas baru beberapa, lho! Tidak heran karena kiprah BRI untuk Indonesia sangat patut untuk diapresiasi, sebanding dengan pencapaian yang diperoleh. 

Dari beberapa hal diatas yang dilakukan BRI untuk bangsa ini hanyalah sebagian kecil, masih banyak inisiatif dan program lain yang telah dilakukan oleh BRI sebagai ESG Initiative di Indonesia. 

Sumber: bri.co.id, cnbcindonesia.com, esg.idx.co.id, glints.com, kontan.co.id, 

Filza Halwa
Terus bergerak dan berkarya.

Related Posts

Posting Komentar